Beternak ikan cupang menjadi kegiatan yang menyenangkan bagi para hobiis. Upaya pemijahan dilakukan untuk memperoleh bakalan yang berkualitas. Namun terkadang para breeder menghadapi masalah dalam perawatan anakan cupang. Ikan cupang memiliki fase krisis yakni dua minggu pertama setelah menetas. Pada fase itu burayak sangat lemah dan tidak mampu makan pakan berukuran besar. Masalah pakan ternyata menjadi penyebab terbesar kematian burayak, khususnya bagi para pemula.
Tampilkan postingan dengan label Breeding. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Breeding. Tampilkan semua postingan
Dua Minggu Terkritis dalam Kehidupan Cupang
Pertanyaan yang sering muncul dari para pemula yang baru pertama kali memijahkan cupang adalah mengapa burayak sering mati di minggu-minggu pertama, mengapa indukan jantan memakan telur dan anaknya sendiri, bagaimana memberikan pakan pada burayak yang masih kecil-kecil, dstnya. Banyak pemula yang gagal melewati dua minggu pertama dalam masa perkembang biakan cupang, baik itu cupang hias, cupang adu maupun cupang alam. Sesungguhnya peternak berpengalaman pun tidaklah selalu sukses memijahkan cupang karena bagaimanapun cupang adalah mahluk hidup yang perkembangbiakannya diatur pula oleh campur tangan Yang Maha Kuasa. Seorang peternak cupang yang berpengalaman sudah dapat dikatakan berhasil apabila mencapai tingkat keberhasilan (SR = Success Rate) minimum 60%..
Kunci keberhasilan dalam mengawinkan indukan cupang
Selama ini sering kita menemukan artikel tentang cara beternak ikan cupang. Banyak sekali tips yang diberikan oleh para breeder dalam memijahkan ikan cupang. Ikan cupang termasuk ikan yang bandel dan tahan banting. Hal inilah yang menjadi penyebab utama para pecinta ikan hias menjatuhkan pilihan pada ikan mungil asli asia tenggara ini. Untuk perawatan ikan cupang termasuk jenis yang sangat mudah. Bahkan anak-anak sekalipun dapat merawat ikan ini. Salah satu kelebihan ikan ini adalah memiliki organ bernama labirin yang terletak pada insangnya. Dengan organ ini cupang memperoleh udara langsung dari permukaan air. Berbeda dengan ikan mas koki atau pun diskus yang membutuhkan proses aerasi dengan blower (pompa udara).
Mari beternak ikan cupang hias (Betta Splendens sp.)
Siapa yang tidak mengenal ikan cupang? Ikan kecil yang sangat populer dikalangan para hobiis ini memiliki daya tarik tersendiri. Di pasaran terdapat dua jenis ikan cupang yakni cupang adu dan cupang hias. Varietas cupang hias dikenal dengan nama ilmiah betta splendens. Sedangkan cupang aduan ada berbagai macam varietas antara lain betta imbelis, betta rubra, betta unimacullata, dll. Namun kita akan membahas mengenai ternak cupang hias. Membedakan cupang hias dan cupang adu sangatlah mudah. Yakni dengan melihat penampilan fisik sang ikan.
Langganan:
Postingan (Atom)


